Lomba Pidato yang Mengesankan
(Pondok Bambu, Jakarta Timur, 13/01/2012)Rohimah
(Ketua Sekolah Perempuan Pondok Bambu)
Sejak hari Selasa tanggal 20 Desember 2011, kami anggota Sekolah Perempuan Pondok Bambu mulai sibuk mempersiapkan acara lomba pidato dalam rangka memperingati Hari Ibu. Kami melakukan latihan, membuat dan menyebar undangan, mencari tempat, mempersiapkan perlengkapan seperti kursi, tenda dari terpal, sound system, hadiah, dan snack. Semua itu kami persiapkan selama 2 hari. Berkat kerja keras kami semua, semua persiapan selesai dalam waktu yang relatif singkat itu.
Pada hari pelaksanaan, 22 Desember, kami semua berkumpul di lokasi lomba, yakni perbatasan antara RT 011 dan RT 02 RW 01, tepatnya di depan rumah saya. Pemilihan lokasi ini dimaksudkan untuk mempermudah akses warga yang ingin menyaksikan. Yang tidak dapat undangan resmi pun dapat melihat dengan mudah karena lokasinya strategis. Kurang lebih 50 orang, terdiri dari tokoh masyarakat, anggota SP, masyarakat sekitar dan staf The Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia hadir dalam acara lomba ini.
Acara dibuka oleh Komariah (warga RW 01) dan Salbiyah (staf AMAN) sebagai MC. Setelah pembukaan, Pak Sudjarwo selaku Ketua RW 01 diminta untuk memberikan sambutan, kemudian sambutan dari Pak Sirto selaku Ketua Panitia dan pengarahan lomba dari Ghufron (AMAN) sebagai juri.
Kontes pidato dimulai pada pukul 10.20 WIB. Saya adalah peserta pertama. Sebenarnya saya masih belum siap untuk berpidato, tetapi demi menyemangati teman-teman yang lain, saya berlagak selayaknya orang yang paling siap. Saya mengambil tema “Pentingnya Peran Organisasi Perempuan di Lingkungan.” Saya mengungkapkan manfaat berorganisasi. Dengan berorganisasi, perempuan akan berkembang, jadi pintar, dan dapat menyalurkan ide-idenya yang berguna untuk masyarakat. Dengan berorganisasi, perempuan yang biasanya tidak peduli menjadi peduli terhadap lingkungannya, misalnya memikirkan kebersihan lingkungan, keamanan, dan kehidupan yang harmonis. Di dalam organisasi, kita juga dapat melakukan aksi. Di Pondok Bambu sudah ada contohnya. Ibu-ibu Sekolah Perempuan memikirkan bagaimana agar sampah di RW 01 dapat dimanfaatkan. Kami menyampaikan ide itu kepada Pak RW dan Lurah. Keduanya menyambut baik. Bahkan Lurah, Budhy Novian, sudah berjanji akan memberikan mesin pencacah dan mesin jahit untuk mengelola kain percak.
Peserta kedua adalah Bu Ciptaningsih. Ia mengangkat tema “Perempuan dan Pengelolaan Sampah.” Setiap 2 peserta diselingi dengan karaoke oleh ibu-ibu. Selingan ini menambah meriahnya acara. Bagi peserta, karaoke dapat menghilangkan ketegangan. Mereka yang sudah tampil tidak lagi memikirkan kesalahan-kesalahannya di panggung, dan yang belum tampil tidak tegang terus.
Setelah semua peserta tampil, tibalah saatnya pengumuman pemenang. Juri memutuskan Bu Umi sebagai pemenang pertama. Pemenang kedua adalah Bu Ciptaningsih, dan pemenang ketiga adalah saya. Saya senang mendengar Bu Umi berhasil memenangkan lomba, karena saya yang memberinya support dan memberi tahu bagaimana cara berpidato.
Saya sendiri juga senang berhasil menjadi juara ketiga. Saya tidak pernah menyangka, karena latihan yang saya lakukan tidak maksimal. Saya sibuk mempersiapkan acara dan menyemangati teman-teman agar mau jadi peserta. Saya semakin senang karena usaha saya tidak sia-sia. Bu Nurbaiti yang tadinya pemalu dan pendiam berani untuk tampil berbicara tentang lingkungannya yang ditumpuki sampah.
Warga pun sangat antusias menonton lomba. Bu Yanti misalnya, waktu itu ia harus memasak tempe mendoan untuk acara Hari Ibu di sekolah anaknya. Akhirnya ia menonton lomba sambil bolak-balik ke dapur. Bu Mahmudah juga menceritakan hal yang sama. Ia melihat lomba sambil melayani pembeli di warungnya, sehingga harus melihat lomba sambil lari-lari. Lomba ini juga menjadi tempat silaturahmi bagi para stakeholders. Tokoh masyarakat dan warga yang jarang bertemu dapat bertatap muka, berbicara, dan tertawa bersama dalam lomba ini.
Berita Sekolah Perempuan Pondok Bambu Terkait :
- Sekolah Perempuan Pondok Bambu, Jakarta
- SERI PENGALAMAN SP: Menjadi Narasumber Talkshow QTV
- Profil Wilayah Dampingan RT 02 & 11/ RW 01 Pondok Bambu
- Berbagi Ilmu Cara Mengolah Sampah
- SP Pondok Bambu Asah Praktik Fasilitasi
- Lomba Pidato sebagai Media Public Speaking
- Pengurus SP Pondok Bambu Ikut Musrenbang RW
- Pengurus SP dalam Rembug RW
PETISI KOALISI MASYARAKAT SIPIL UNTUK PERDAMAIAN DI SAMPANG
Kasus pembakaran rumah dan rumah ibadah yang berujung pada pengusiran para penganut Syiah di Sampang Madura pada tanggal 29 Desember 2011 telah ...
HAK PEREMPUAN DALAM AGAMA DAN KONSTITUSI
Dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 27 dinyatakan: (1) Segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung ...
PENGURUS SP DALAM REMBUG RW
Rohimah
(Ketua SP Pondok ...
Link Terkait :
(Ketua SP Pondok ...
- Annual Meeting AMAN
- Dilema Kebebebasan Beragama di Indonesia : Studi Kasus Pembakaran Rumah Ibadah di Sampang Madura
- AMAN Indonesia dan Mitra Dampingi Perwakilan Syiah ke Komisi III DPR RI
- Sekolah Perempuan
- Community Gathering Memelihara Hubungan Harmonis Keluarga dan Antarwarga
.:: Konfirmasi Donasi ::.
Pengunjung ke : 0000036672
Your IP : 38.107.179.234