Kamis; 23 Februari 2012 | 08:05 WIB | Ganti Bahasa :

Memulai Sekolah dengan Metode yang Menarik: Pembukaan SP Kampung Sawah

(Jakarta Timur, 07/07/2011)



Memunculkan perempuan sebagai agen perdamaian tak cukup hanya dalam waktu singkat. AMAN Indonesia menyadari bahwa proses untuk itu perlu waktu lama dan komitmen yang kuat. Atas kesadaran ini AMAN Indonesia melanjutkan Program Sekolah Perempuan (SP). Program ini akan dilaksanakan dalam waktu tiga tahun ke depan.

Minggu, 24 April 2011 lalu, AMAN Indonesia telah menyelenggarakan acara pembukaan SP di RW 03 Cakung Barat, tepatnya di aula Forum Silaturahmi Masyarakat Betawi (FSMB). Acara ini dihadiri sekitar 70 orang dari lima RT di wilayah RW 03. Selain itu, acara juga dihadiri oleh anggota SP dari kelurahan lain, yaitu SP Loji-Bogor dan SP Pondok Bambu-Klender.

Konsep acara pembukaan Sekolah Perempuan kali ini berbeda dengan yang sebelumnya. Jika sebelumnya pembukaan hanya dilakukan di kelas bersama fasilitator, kali ini dengan menghadirkan kelompok Sahabat Sebaya, yaitu lembaga yang konsentrasi pada narkoba, dan dilengkapi dengan “forum teater”. Setiap materi mengenai narkoba dan dampaknya yang disampaikan oleh Sahabat Sebaya diperagakan oleh aktor-aktor teater. Misalnya, ketika pemateri menyampaikan dampak dari memakai sabu-sabu, antara lain: gelisah, dehidrasi, susah tidur, dan aktif berbenah, aktor-aktor teater langsung memeragakannya. Dengan begitu, materi yang disampaikan oleh Sahabat Sebaya langsung bisa dimengerti oleh peserta yang hadir. Contohnya Ibu Lastri, salah satu anggota Sekolah Perempuan Kampung Sawah,  ketika diberi pertanyaan mengenai dampak dari sabu-sabu, dia langsung menjawab, “gelisah”.

Harapan AMAN Indonesia dengan konsep baru ini telah terpenuhi. Selain sebagian besar masyarakat RW 03 tahu tentang Sekolah Perempuan, acara ini juga memberi sumbangsih secara langsung kepada masyarakat terkait materi-materi pengenalan pemakaian dan dampak narkoba. Setidaknya mereka bisa mengenali ciri-cirinya sebagai antisipasi pencegahan pemakaian narkoba di tingkat lingkungan mereka.

Kegiatan ini mendapat dukungan positif dari pihak pemerintah. Ketua RW 03, Agus Zaelani, dan Ketua PKK, Sri Maya, turut menyaksikan acara tersebut. Mereka menilai kegiatan seperti ini memberi dampak yang positif bagi masyarakat sekitarnya. “Upaya-upaya seperti ini bisa dilanjutkan dan bisa dikerjasamakan dengan pemerintah, termasuk tingkat kelurahan,” ungkap Agus Zaelani dalam pidatonya membuka Sekolah Perempuan.  [Mh/Any]



 



Berita Sekolah Perempuan Kampung Sawah Terkait :


PETISI KOALISI MASYARAKAT SIPIL UNTUK PERDAMAIAN DI SAMPANG
Kasus pembakaran rumah dan rumah ibadah yang berujung pada pengusiran para penganut Syiah di Sampang Madura pada tanggal 29 Desember 2011 telah ...

HAK PEREMPUAN DALAM AGAMA DAN KONSTITUSI
Dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 27 dinyatakan: (1) Segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung ...

PENGURUS SP DALAM REMBUG RW
Rohimah
(Ketua SP Pondok ...

Link Terkait :

.:: Konfirmasi Donasi ::.
 
Siapakah yang paling dirugikan dalam berbagai kasus kekerasan atas nama agama?

Kelompok Perempuan
Kelompok Laki-Laki
Kelompok Anak-Anak



Pengunjung ke : 0000036669
Your IP : 38.107.179.231