Community Gathering Memelihara Hubungan Harmonis Keluarga dan Antarwarga
(Jakarta, 31/01/2012)
Ibu-ibu dan keluarga sampai di Ragunan pukul 07.30. Kemudian sebagian peserta diajak ke Banjarsari dan sebagian tinggal di Ragunan. Masing-masing kelompok sudah didampingi tim AMAN. Kegiatan ini sengaja didesain seperti itu agar ibu-ibu RW 03 Loji, terutama anggota Sekolah Perempuan Aktif Kreatif (SPAK), mendapat nilai tambah mengenai pengelolaan sampah. Dari proses belajar itu diharapkan mereka mendapat pengetahuan yang lebih dalam tentang pengelolaan sampah dan lebih bersemangat melakukan perubahan dengan media sampah.
Sejauh ini, ibu-ibu SPAK sudah melakukan aksi konkret pengelolaan sampah menjadi kompos. Mereka juga telah melakukan sosialisasi ke berbagai kelompok, termasuk kelurahan. Hasilnya, kelurahan menyatakan dukungan terhadap kerja ibu-ibu. Bahkan, mereka ditantang pihak kelurahan agar lebih bergiat diri memproduksi kompos.
Kegiatan studi di Banjarsari berlangsung hingga pukul 12.00 WIB. Selepas itu, peserta kelompok Banjarsari diajak kembali ke Ragunan untuk menyaksikan lomba baca surat cinta dari istri untuk suami. Lomba ini merupakan salah satu strategi tim AMAN untuk mencapai tujuan utama, memelihara keharmonisan. AMAN melihat ungkapan cinta perlu diutarakan agar suami tahu betul apa yang dirasakan istri. Dalam budaya Indonesia, mengungkapkan cinta masih belum menjadi hal yang wajar, terutama untuk orang yang sudah tua. Hal itu terbukti pada Bu Ade, salah satu pengurus SPAK Loji. Ia mengaku jarang sekali mengucapkan kata cinta, padahal usia pernikahannya sudah 23 tahun.
Lomba berlangsung dari pukul 13.00, setelah makan siang bersama, sampai pukul 14.30. Suasana yang terbangun sangat meriah. Berbagai ledekan muncul ketika peserta membacakan suratnya untuk sang suami. Bagi yang datang beserta suami diminta untuk mengajaknya mendampingi. Mereka boleh mengekspesikan apa yang dibacanya kepada sang suami. Bagi yang tidak, boleh bersama peserta lain sebagai pendamping atau membaca sendiri. Ada banyak ekspesi tertumpah dari peserta. Ada yang hampir menangis, ada yang tertawa geli, dan ada pula yang salah tingkah karena di-ledek.
Dewan juri yang beranggotakan Rizal Aris (partisipan), Salbiyah (AMAN Indonesia), dan Lydia Ranggalele (AMAN Indonesia) mengambil 3 pemenang utama dan 2 pasangan teromantis. Mereka adalah Bu Melly sebagai pemenang I, Bu Euis sebagai pemenang II, Bu Dewi Susanti sebagai pemenang III, Bu Ade-Pak Yalman sebagai peserta teromantis I dan Bu Jujuk-Pak Jaka sebagai peserta teromantis II. Pemenang I, II, III mendapat boneka, dan peserta teromantis mendapat bingkisan biskuit.
Acara ini berlangsung sederhana. Lomba yang diselenggarakan tidak dilakukan di atas panggung atau dengan mic. Jurinya pun bukan para pujangga. Namun, AMAN meyakini kegiatan-kegiatan seperti itu, sekali pun sederhana dan disertai rintik-rintik hujan, mampu menjaga keharmonisan pasangan dan antarwarga. Ikut sertanya perwakilan kelurahan dan Ketua RT 03 akan menjadi bibit kesetaraan antara warga dengan pemerintah lokal. Jika bibit ini sudah terbangun, maka sinergi untuk pembangunan yang lebih makimal akan semakin dekat tercapai. Semoga. (An)
Berita Sekolah Perempuan Loji Terkait :
PETISI KOALISI MASYARAKAT SIPIL UNTUK PERDAMAIAN DI SAMPANG
Kasus pembakaran rumah dan rumah ibadah yang berujung pada pengusiran para penganut Syiah di Sampang Madura pada tanggal 29 Desember 2011 telah ...
HAK PEREMPUAN DALAM AGAMA DAN KONSTITUSI
Dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 27 dinyatakan: (1) Segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung ...
PENGURUS SP DALAM REMBUG RW
Rohimah
(Ketua SP Pondok ...
Link Terkait :
(Ketua SP Pondok ...
- Annual Meeting AMAN
- Dilema Kebebebasan Beragama di Indonesia : Studi Kasus Pembakaran Rumah Ibadah di Sampang Madura
- AMAN Indonesia dan Mitra Dampingi Perwakilan Syiah ke Komisi III DPR RI
- Sekolah Perempuan
- Community Gathering Memelihara Hubungan Harmonis Keluarga dan Antarwarga
.:: Konfirmasi Donasi ::.
Pengunjung ke : 0000036663
Your IP : 38.107.179.232