Pengurus SP dalam Rembug RW
(Pondok Bambu, Jakarta Timur, 10/02/2012)
(Ketua SP Pondok Bambu)
Sabtu, 28 Januari 2012 pukul 20.00 WIB kami berkumpul dalam rapat RW yang bertempat di Balai RW 01. Yang turut hadir dalam acara tersebut adalah: ketua RW, ketua RT dari 14 RT, perwakilan PKK, perwakilan Juru Pemantau Jentik (Jumantik), anggota SP, perwakilan The Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia dan LMK (Lembaga Masyarakat Kelurahan). Acara tersebut mengagendakan tentang cerita hasil kunjungan ke Malakasari (bank sampah) dan pelatihan daur ulang sampah di Karang Taruna kelurahan Pondok Bambu yang saya wakili bersama Bu Ciptaning (perwakilan RW 01). Rapat diawali dengan sambutan dari Ketua RW 01, H. Sudjarwo. Dalam sambutannya, ia menyampaikan hasil kunjungan kami dari Malakasari, selain juga menyampaikan terima kasih dan rasa bangga kepada kami yang telah mewakili RW 01 dengan baik sehingga menjadi peserta terbaik.
Cerita Pak Djarwo dilanjutkan oleh Bu Ciptaning. Ia menceritakan Malakasari yang kampungnya bersih dari sampah karena warganya sudah mengelola sampah dengan baik. Mereka sudah melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik. Sampah organik diolah menjadi pupuk kompos, sedangkan sampah anorganik ditempatkan di bank sampah untuk kemudian dijual dan dijadikan kerajinan tangan. Suasana semakin menarik. Saya juga ikut andil untuk menceritakan kegiatan pelatihan pendaurulangan sampah. Dalam pelatihan tersebut, saya dan ibu-ibu yang lain tergolong peserta yang tidak muda lagi dibandingkan peserta lain. Meskipun begitu, semangat kami tidak setua usia kami. Buktinya kami menjadi peserta yang terbaik, yaitu dengan prestasi peserta yang paling on time dan aktif dalam forum pelatihan tersebut. Apabila ada yang kurang paham, maka kami tidak segan dan enggan untuk bertanya dan memberikan usulan ataupun kritik yang membangun. Kami juga mempresentasikan tentang EM4 yang ternyata hasilnya sangat bagus, tinggal diberi kecap atau ragi agar baunya harum.
Begitulah gambaran cerita saya dan Bu Ciptaning malam itu. Syukurlah peserta yang hadir merespon dengan baik. Mereka juga memberikan saran dan kritik kepada kami yang sangat membangun, sehingga memberi motivasi untuk bisa membuktikan bahwa kami dapat merealisasikan hasil pelatihan pada tindakan nyata. Hal ini juga bisa menghapus kekhawatiran banyak orang yang meragukan kegiatan sejumlah lembaga pemberdayaan perempuan yang dinilainya hanya bisa memberikan teori saja.
Kami merasa sangat senang terlibat dalam rembug RW ini. Selain dapat menyuarakan kepentingan perempuan, forum tersebut adalah media untuk mengasah pengetahuan yang kami dapat di Sekolah Perempuan, misalnya mengenai materi presentasi efektif sehingga orang lain bisa terpengaruh untuk melakukan ide yang kami berikan.
Berita Sekolah Perempuan Pondok Bambu Terkait :
PETISI KOALISI MASYARAKAT SIPIL UNTUK PERDAMAIAN DI SAMPANG
Kasus pembakaran rumah dan rumah ibadah yang berujung pada pengusiran para penganut Syiah di Sampang Madura pada tanggal 29 Desember 2011 telah ...
HAK PEREMPUAN DALAM AGAMA DAN KONSTITUSI
Dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 27 dinyatakan: (1) Segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung ...
PENGURUS SP DALAM REMBUG RW
Rohimah
(Ketua SP Pondok ...
Link Terkait :
(Ketua SP Pondok ...
- Annual Meeting AMAN
- Dilema Kebebebasan Beragama di Indonesia : Studi Kasus Pembakaran Rumah Ibadah di Sampang Madura
- AMAN Indonesia dan Mitra Dampingi Perwakilan Syiah ke Komisi III DPR RI
- Sekolah Perempuan
- Community Gathering Memelihara Hubungan Harmonis Keluarga dan Antarwarga
.:: Konfirmasi Donasi ::.
Pengunjung ke : 0000036668
Your IP : 38.107.179.230