AMAN Indonesia menginisiasi gerakan #AmanIndonesiaKu, sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian untuk para korban terdampak Covid-19. AMAN Indonesia menggerakkan para perempuan dari 39 jaringan Sekolah Perempuan Perdamaian di 7 provinsi untuk bersama-sama membangun solidaritas dan kepedulian bersama terhadap para korban terdampak Covid-19

Virus Covid-19 menyerang siapapun tanpa melihat status sosial, pekerjaan, maupun jenis kelamin. Namun demikian dampak Covid 19 berbeda pada perempuan, laki-laki dan gender ketiga. Kontruksi gender perempuan sebagai care taker (perempuan dibayar melayani keluarga) maupun care giver (perempuan anggota keluarga melayani keluarga) menimbulkan beban ganda. Pembatasan sosial yang mengubah locus kegiatan di dalam rumah, berpotensi menimbulkan kekerasan berbasis gender jika stress tidak bisa dikendalikan. perempuan di sektor informal yang menggantungkan hidup pada upah harian, jelas terdampak berat karena semua akses tertutup.

Maka AMAN Indonesia menginisiasi gerakan #AmanIndonesiaKu, sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian untuk para korban terdampak Covid-19. AMAN Indonesia menggerakkan para perempuan dari 39 jaringan Sekolah Perempuan Perdamaian di 7 provinsi untuk bersama-sama membangun solidaritas dan kepedulian di wilayahnya. Aksi gerakan ini diantaranya (1) membangun solidaritas dan ketahanan komunitas dengan saling berbagi cerita dan informasi yang benar dan mencegah penyebaran informasi Hoax seputar Covid-19 kepada 72 anggota grup Whatsapp SPP yang berasal dari 39 wilayah di 7 provinsi. Mereka juga saling menguatkan dan memberikan dukungan moril kepada satu sama lain seperti ada anggota SPP di Kab. Poso yang cemas dan panik karena suaminya terindikasi paparan virus Corona karena berinteraksi dengan orang positif Corona.

 

Selain itu, gerakan #AmanIndonesiaKu (2) mendorong anggota SPP untuk memproteksi diri, keluarga, dan lingkungannya. Aksi yang dilakukan dengan memproduksi sendiri masker. Ibu-ibu SPP Puger Kreatif di Jember memproduksi alat perlindungan berupa 1000 masker. Mereka bekerja keras siang malam agar dapat segera dibagikan kepada warga dan petugas yang membutuhkan.

 

Aksi lain dari gerakan ini, (3) ibu-ibu melakukan proteksi dan pencegahan di wilayahnya dengan terlibat langsung maupun berpartisipasi dalam penyemprotan  disenfektan dari rumah ke rumah seperti dilakukan oleh ibu-ibu di SPP Cipta Darma Manunggal, kota Tasikmalaya, dan SPP Pondok Bambu, kota Jakarta Timur.

 

(4) Para ibu-ibu juga melakukan sosialisasi seputar Covid-19 kepada para tetangganya, sembari mengingatkan warga masyarakat agar tidak sekadar fokus pada pencegahan virus namun juga berusaha membangun ketahanan ekonomi keluarga di tengah situasi pandemik.

 

Dan terakhir (5) gerakan ini mendistribusikan 1000 masker dan 208 paket bantuan sembako kepada warga (Lansia, penjual makanan keliling, waria, tukang ojek, perempuan kepala keluarga, guru PAUD, warga di pengungsian, dan lain-lain) di sejumlah wilayah:100 bantuan di kota Jakarta Timur, 25 bantuan di kabupaten Bogor, 30 di kota Tasikmalaya, dan 83 bantuan untuk 438 orang pengungsi kota Sidoarjo.**

AMAN Indonesia | The Asian Muslim Action Network ©2019