AMAN Indonesia | The Asian Muslim Action Network ©2019

  • admin

Kelurahan Ngadirejo Bangun Kesadaran Masyarakat dari Bahaya Radikalisme dan Terorisme

Sebanyak 32 orang perwakilan RT, RW, kelompok perempuan, pemuda, dan tokoh masyarakat di wilayah kelurahan Ngadirejo, Sukaharjo, Jawa Tengah, mendapatkan pembekalan dan penguatan untuk menangkal radikalisme dan terorisme. Acara yang terselenggara atas kerjasama antara AMAN Indonesia bersama pihak Kelurahan Ngadirejo ini berlangsung pada 23 Januari 2019 di gedung pertemuan kelurahan.


Selain perwakilan warga yang hadir, pihak Kapolsek Kartasura, perwakilan Danramil, dan perwakilan dari kecamatan juga tampak menghadiri kegiatan ini.. Mereka sangat mendukung acara tersebut dan meminta AMAN Indonesia untuk mengembangkan di kelurahan lain. Seperti yang disampaikan oleh Kapolsek Kartasura, AKP Dani Permana Putra yang meminta AMAN Indonesia untuk menularkan ke tempat-tempat lain agar masyarakat tahu bagaimana menjaga keamanan dan mendeteksi secara dini kelompok radikal dan teroris.


“Saya berharap AMAN Indonesia bisa mengembangkan di Kelurahan lain di Kartasura ini” Katanyanya dalam sambutanya.


Lurah Ngadirejo, Tri Wahyudi, terus memberi semangat kepada warga masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Pasalnya, kegiatan ini merupakan pilot project untuk membangun ketahanan masyarakat Se-Jawa Tengah, dimana baru di desa Ngadirejo acara ini dilaksanakan. Menurut Tri, dalam mengatasi radikalisme dan terorisme tidak hanya tanggung aparat pemerintah namun juga semua pihak, termasuk masyarakat Ngadirejo.


“Desa ini pernah ada penggerebekan teroris, dan itu dapat dijadikan pengalaman dalam menangkal radikalisme dan terorisme” tambah Lurah dalam sambutannya.


Acara berlangsung selama enam jam, dimulai pkl. 10.00-16.00 WIB. Peserta sangat antusias dalam setiap diskusi. Bahkan sesi terakhir perdebatan cukup alot karena ada peserta yang cukup kritis menanyakan tentang pemberantasan terorisme. “…pertanyaan saya, apakah terorisme bisa dihilangkan atau tidak. Kalau tidak, berarti kita dan sampai anak cucu kita terus berhadapan dengan terorisme. Mereka hanya sedikit, kenapa tidak bisa diberantas” tanyanya dengan menggebu-gebu. Peserta lain juga banyak yang merespon pertanyaan tersebut dengan argumentasi-argumentasi yang cukup mencerahkan.


Di akhir sesi, pak Lurah menyampaikan kepada semua peserta bahwa diskusi ini mendapatkan respon dari pak Camat melalui telepon. “Pak Camat menyampaikan kepada saya, kalau bisa, acara seperti ini dikembangkan di semua kelurahan” tutur pak Lurah sebelum menutup acara. Sebelum dikembangkan, beliau akan mengundang perwakilan dari 12 kelurahan untuk hadir pada acara lanjutan yang akan dilaksanakan pada Februari agar mereka mempunyai gambaran terlebih dahulu.


“Pertemuan mendatang, saya akan mengundang semua kelurahan untuk hadir. Untuk itu, bapak-ibu semua agar tetap semangat dan menjadi percontohan” Pungkas pak Lurah. **Masykur

23 views