AMAN Indonesia | The Asian Muslim Action Network ©2019

  • admin

Maldives

Saya senang bertemu dengan tim NCTC (BNPT) Maldives di workshop regional Pembentukan RAN Pencegahan dan Counter Extrimisme Kekerasan yang dilakukan pada 23-24 Januari 2020.

Perwakilan dari sejumlah negara hadir dalam kegiatan ini diantaranya, Srilangka, Bangladesh, Maldives, Thailand, Phillipines, Malaysia, Brunei, dan Indonesia. Dari negara yang hadir hanya Maldives yang menunjukkan progres yang luar biasa terkait pembentukan RAN. Yang lain masih bergulat dengan proses.

Saya ikut bangga dengan capaian mereka. Pasalnya saya pernah diundang 2 kali oleh Pemerintah Maldives. Saya diminta untuk memberikan masukan terkait Peran Perempuan dalam PVE.

Dari negara yang hadir hanya Maldives yang menunjukkan progres yang luar biasa terkait pembentukan RAN. Yang lain masih bergulat dengan proses.

Sementara undangan yang kedua saya diminta sharing tentang model CSO engagement di Indonesia. Diam-diam mereka mengidolakan Indonesia. Saya masih ingat, pada undangan kedua, pemerintah Maldives mengundang semua CSO dari berbagai latar belakang, untuk mendengarkan paparan saya tentang spektrum isu VE dan interseksi antara VE dan HAM Perempuan.

"Jadi kami semua relevan ya kerja di isu ini" , begitu respon akhir dari forum itu.

Yang lebih bangga lagi, semua masukan-masukan yang saya sampaikan dan disepakati di forum dan diadopsi oleh pemerintah Maldives. Itu terlihat sekali di presentasi mereka pada hari pertama workshop di Jakarta.

Dan namaku selalu disebut karena sumbangsih saya (meski kecil banget) untuk membantu menata keterlibatan CSO dalam kerja kerja PVE.

Selamat ya Pak Ibrahim, Pak Yunus dan Nafa.

Upsss, Bocoran buat kalian. "Menteri dah setuju undang ibu Ruby lagi ke Maldives dalam waktu dekat buat perkuat kelompok perempuan termasuk ulama perempuannya, biar kuat kaya Indonesia,” kata Pak Jenderal pagi tadi pas ketemu di dekat lift.

Siap Pak! ditunggu undangannya.**

Catatan Ruby Kholifah

8 views