AMAN Indonesia | The Asian Muslim Action Network ©2019

  • admin

Menyemai Perdamaian Melalui Pasar Sayuran Organik

Updated: Dec 20, 2019



Namanya pasar.., pasti disana menjadi tempat bertemunya penjual dan pembeli. Disana terjadi transaksi jual-beli barang yang dipasarkan. Itulah pengertian pasar secara umum. Digunakan istilah pasar Organik, karena yang diperjual-belikan adalah hasil Pertanian/perkebunan Organik lebih khusus berbagai sayuran dan Buah. Hasil tanaman organik yang dipasarkan bebas dari pestisida kimiawi dan pupuk kimiawi sintetis yang berbahaya untuk kesehatan manusia. Karena itu jenis tanaman atau sayuran yang ditawarkan di pasar organik seperti Selada, Sawi, Pakcoy, Kaylan,Bayam, Jagung, Buncis, wortel, Pepaya, dan lain-lain adalah hasil tanaman yang sehat untuk dikonsumsi.


Ide awal munculnya Pasar organik adalah berangkat dari pergumulan saya sebagai presidium yang sekaligus sebagai pengurus Kelompok Tani Organik Green Fresh Toaro terkait masalah pemasaran hasil kebun organik. Petani yang membudidayakan tanaman/sayuran organik ini sebagian besar adalah anggota Sekolah Perempuan Mungkudena termasuk saya, dengan memanfaatkan lahan tidur disamping rumah.


Sebelumnya, pemasaran sayuran organik dilakukan dengan cara menjual kepada pedagang sayur keliling dengan harga yang sama dengan Sayuran biasa. Saya berpikir rugi dong petaninya... maka sayapun melibatkan diri untuk memperkenalkan sayuran organik kepada teman-teman di kantor, di Kampus STT dan menjualnya dengan harga yang telah disepakati Rp 5000/pack. Dengan kegiatan ini saya biberi nama baru “ibu Sayur”...hehe..tak mengapa yang terpenting bagi saya adalah dapat membantu ibu-ibu petani dan semakin bertambah teman-teman saya mengkonsumsi Sayuran sehat paling tidak sekali dalam seminggu sesuai pesanan mereka. Disamping itu terus dipikirkan terobosan untuk pemasaran yang lebih baik dan lancar.


Maka muncullah ide saya untuk mengadakan Pasar Organik. Tetapi tempatnya dimana? Dalam perjalanan saya setiap hari dari rumah ke kantor saya selalu melewati lokasi tanah milik GKST yang kosong. Saya berpikir tempat ini amat strategis bila dijadikan tempat berjualan. Lalu saya menemui pihak GKST. Gayungpun bersambut dengan diberinya izin menggunakan lokasi tersebut selagi belum ada kegiatan pembangunan ditempat tersebut yang menurut rencana akan dibangun penginapan Departemen Dana Pensiun GKST. Hal ini langsung saya komunikasikan kepada teman-teman Sekolah Perempuan bahwa kita akan punya program baru yakni “Pasar Organik Persatuan Sekolah Perempuan Perdamaian Poso” bekerjasama dengan Kelompok Tani Organik Green Fresh To’aro. Hal tersebut direspon baik oleh teman-teman antara lain Neta, Vivin, Pinci, Fatma, Helmin, Lili, Ayu. Sayapun mengkomunikasikan hal ini kepada teman-teman pengurus KT Organik To’aro terutama Ketua Kelompok dan mendapat dukungan sepenuhnya.


Dengan semangat yang ada saya langsung membuat spanduk yang bertuliskan Pasar Organik dan membawanya di lokasi bersama Neta. Pada tanggal 20 Juli 2019 Spanduk Pasar Organik telah terpasang di salah satu bangunan kecil yang tidak terpakai lagi. Sambil membersihkan tempat masyarakat mendatangi kami ingin mendapat informasi tentang pasar Organik serta sayur-sayur organik yang akan ditawarkan. Menurut saya ini adalah awal yang baik karena ternyata masyarakat mulai menyadari tentang pentingnya menerapkan gaya hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang terbuat dari bahan-bahan alami. Bahkan salah seorang ibu dari kelurahan Tentena yang rumahnya tidak jauh dari lokasi pasar bercerita bahwa “anak tertuanya telah meninggal beberapa tahun lalu karena sakit Kanker Darah, kemungkinan karena dipicu makanan-makanan yang sudah mengandung racun”. Sebab itu katanya lagi “ sebaiknya kita dan keluarga kita mengkonsumsi sayur-sayur seperti ini”...dengan menunjukkan 1 pack Wortel yang dia beli.


Pada sabtu pagi berikutnya mama Yuho dan mama Nening datang membeli sayur. Rupanya ibu berdua ini tertarik dengan Pasar Organik dan Sayur-sayur organik yang ditawarkan. Kata mama Nening “trima kasih so kasih contoh...,kami juga akan buat kebun Sayur Organik..” sambil terus menanyakan cara-caranya. Mama Yuho menambahkan..”sebenarnya dulu di kelurahan Tentena ini ada Kelompok Perempuan dan saya termasuk pengurusnya. Teman-teman saya menyarankan supaya kelompoknya dihidupkan lagi”...Saya langsung bertanya sama mama Yuho “Apakah ibu-ibu suka bergabung dengan Sekolah Perempuan Perdamaian? Sambil saya menunjukkan tulisan PSPP di Spanduk Pasar Organik..Pertanyaan saya diresponi dengan sangat baik dan merekapun balik ke rumah masing-masing. Tak berapa lama ibu berdua tersebut datang lagi, kelihatannya ingin sekkali bergabung karena terinspirasi dengan Pasar Organik. Ini merupakan sinyal bahwa akan terbentuk lagi satu kelompok Sekolah Perempuan Perdamaian di kelurahan Sangele.

Yang menjadi alasan mengapa membuat pasar organik adalah karena tidak adanya wadah untuk menampung dan memasarkan hasil tanaman organik Ibu-ibu. Dan hal tersebut secara perlahan nantinya dapat menghilangkan semangat ibu-ibu SP karena sesudah mereka menanam dan memanen mau dikemanakan...? selain itu melalui Pasar Organik ini dapat membantu ibu-ibu SP dalam memberdayakan ekonomi keluarga. Ketika hasil tanaman organik mereka laku terjual, merekapun mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga terutama kebutuhan si ibu sendiri dan anak/cucu mereka.


Mengapa harus Pasar Organik? Ini merupakan tantangan dan sekaligus peluang bagi ibu-ibu SP karena jarang ada tempat khusus yang menjual produksi pertanian organik. Bahkan di Propinsi Sulawesi Tengahpun kemungkinan yang namanya Pasar Organik satu-satunya adalah Pasar Organik Persatuan Sekolah Perempuan Perdamaian Poso di Tentena. Dikatakan sebagai tantangan oleh karena sekali hadir dan dikenal masyarakat maka pasar organik harus tetap ada. Dan hal ini menantang ibu-ibu untuk lebih serius dan menambah lahan kebunnya agar kebutuhan masyarakat akan sayur organik bisa terlayani nantinya.

Pasar Organik hadir di tengah-tengah masyarakat untuk mengenalkan Gaya hidup sehat dengan mengkonsumsi pangan dan sayuran yang bebas dari residu pestisida dan pupuk kimia sintetis. Karena apa yang kita makan saat ini adalah cerminan KUALITAS GENERASI selanjutnya. Dalam kesadaran itulah maka saya secara pribadi terus mendorong semangat ibu-ibu SP untuk memproduksi dan mengkonsumsi pangan, sayuran dan buah yang AMAN dan BERMUTU, terutama bagi anak-anak sebagai pewaris masa depan bangsa kita. Dalam hal ini perempuan bertanggung jawab mempersiapkan mereka menjadi generasi yang berkualitas dengan mengkonsumsi pangan dan sayuran Organik.


Harapan kedepan agar Kelompok Sekolah Perempuan secara keseluruhan akan terlibat untuk memasarkan hasil pertanian organiknya. Semoga Gerakan Gaya Hidup Sehat melalui penerapan Pertanian/Perkebunan organik yang ramah lingkungan akan tertular kepada semua anggota Sekolah Perempuan Perdamaian dari 17 kelompok yang ada di kabupaten Poso dan Morowali. Gerakan ini tidak bertentangan dengan budaya masyarakat Indonesia pada umumnya. Sebaliknya pertanian Organik sejalan dengan budaya masyarakat kita yang sangat menghargai alam. Intinya adalah Pangan Organik adalah baik untuk bumi dan baik untuk diri kita. Kesungguhan hati semua anggota Sekolah Perempuan Perdamaian untuk mengikuti program ini pasti akan membuahkan hasil yang baik yang pada gilirannya tubuh menjadi sehat, ekonomi tambah sehat bahkan bisa menjadi sahabat bagi alam.

Untuk menghadirkan Pasar Organik ini kami perlu berjejaring dengan lembaga lain.


Pertama-tama kami harus membangun jejaring dengan Kelompok Tani Organik Green Fresh To’aro. Ini adalah penting karena KT Organik Green Fresh To’aro sudah beberapa tahun ini mendapat Sertifikat Organik untuk tanaman Hortikultura dari Badan Sertifikasi Nasional. Dengan demikian hasil yang di pasarkan sudah mendapat legalitas untuk menggunakan logo Organik. Kamipun membangun jejaring dengan pihak GKST(Departemen Penatalayanan Pensiun GKST) dalam hal lokasi tempat berjualan, dan telah diberi ijin penggunaannya selama belum ada kegiatan pembangunan dilokasi tersebut. Yang tidak kalah pentingnya adalah berjejaring dengan pemerintah kelurahan Tentena, karena Pasar Organik berada di wilayah kelurahan Tentena. Ibu Irma Poli’i Lurah Tentena menyambut baik hadirnya Pasar Organik di wilayah kelurahan Tentena dan berterima kasih karena kelurahan Tentena kena imbas Pertanian Organik melalui Pasar Organik Persatuan Sekolah Perempuan ini. Sambil beliau mengharapkan kerjasamanya bila kelurahan Tentena punya kegiatan maka SP Perdamaian dan hasil Organiknya akan dihadirkan.


Pasar Organik merupakan ruang perjumpaan Ibu-ibu Sekolah Perempuan Perdamaian dengan lembaga-lembaga terkait bahkan dengan masyarakat secara umum dalam rangka membangun keakraban dan toleransi. Pasar organik hanya sebagai alat/media untuk merawat perdamaian. Ketika manusia berinteraksi, saling menyapa dengan ramah..,ketilka pangan yang ditawarkan dan dikonsumsi aman dan ramah untuk tubuh...,ketika manusia ramah bersahabat dengan alam maka disitulah letak Kedamaian sejati...dan itu pula yang menjadi target Pasar Organik Persatuan Sekolah Perempuan Perdamaian Poso.

Cerita bahagia antara lain:


Bersambung..... Tunggu cerita lanjutannya.

28 views