AMAN Indonesia | The Asian Muslim Action Network ©2019

  • admin

Menyemai Sekolah Perempuan di Desa Ranu Pani, Lumajang

Menyemai Sekolah Perempuan di Atas Awan


Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Lumajang menggelar pertemuan bersama warga masyarakat Desa Ranupani dalam acara penyusunan rencana strategis desa. Yeni Luthfiana dari AMAN Indonesia turut hadir dalam forum tersebut. Dari pertemuan tersebut, warga bersepakatan untuk mendirikan Sekolah Perempuan Perdamaian.


“Rencananya pendirian SP akan dimulai tiga minggu mendatang (setelah pertemuan ini). Disitu akan dihadiri 30 ibu-ibu dari perwakilan masyarakat yang ada di Ranupani,” kata Yenni Luthfiana selaku koordinator AMAN Indonesia untuk wilayah Jawa Timur pada Jumat, 10 Januari 2019, di aula Panti PKK Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.


Pendirian SP di desa yang terkenal dengan keindahan alam pegunungan dan danau yang memukau ini merupakan komitmen dari Tim Penggerak PKK dibawah pimpinan Musfarina Nuryatin untuk memperkuat dan memberdayakan para perempuan di desa Ranupani. Perempuan yang juga istri Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, menyatakan bahwa warga masyarakat, khususnya perempuan, butuh untuk dipersiapkan agar potensi masyarakat bisa ditingkatkan, dilengkapi, sekaligus agar mereka tidak tercerabut dari akar budayanya.


Warga masyarakat, khususnya perempuan, butuh untuk dipersiapkan agar potensi masyarakat bisa ditingkatkan, dilengkapi, sekaligus agar mereka tidak tercerabut dari akar budayanya.

Pemberdayaan dan peningkatan kapasitas para perempuan di Ranupani berkaitan dengan rencana pemerintah kabupaten Lumajang yang berkomitmen untuk menjadikan desa Ranupani ini sebagai Desa Wisata level internasional. Oleh karena itu, Pemkab Lumajang tengah terus meningkatkan kawasan desa, termasuk penyiapan masyarakatnya.


Pasalnya, sebagai destinasi wisata internasional, tentu saja desa ini bakal kehadiran banyak wisatawan dari berbagai daerah, domestik hingga internasional, dengan berbagai latarbelakang budaya, adat-istiadat, kebiasaan, dan agama yang berbeda-beda. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi warga masyarakat desa di bawah lereng Gunung Ciremai ini.


“Tim Penggerak PKK mendukung sepenuhnya SP ini agar bisa meningkatkan kapasitas perempuan, dan siap bermetamorfosis menjadi daerah wisata tanpa tercerabut dari akarnya,” kata Yeni Lutfiana melukiskan komitmen dan semangat Tim Penggerak PKK untuk memberdayakan para perempuan di desa Ranupani.


Kehadiran SP di desa tertinggi di Indonesia berjuluk “desa di atas awan” ini membuat jumlah Sekolah Perempuan Perdamaian yang dinisiasi oleh AMAN Indonesia menjadi sebanyak 39. Pengelolaan SP nanti akan ditangani oleh Tim Penggerak PKK Lumajang bekerjasama dengan AMAN Indonesia.**