AMAN Indonesia | The Asian Muslim Action Network ©2019

  • admin

Merawat Tradisi, Menjaga Kerukunan


Tahun ini adalah tahun kedua Nyadran Perdamaian. Ada banyak pelajaran dan nilai-nilai kerukunan serta kebersamaan disini. Nyadran yang berlangsung pada 10-13 Maret 2020 di dusun Krecek dan Gletuk, Temanggung Jawa Tengah, ini diikuti oleh warga dari berbagai latarbelakang agama yang berbeda-beda. Tidak sedikit juga para wisatawan lokal hingga mancanegara yang mengikuti kegiatan ini. Pasalnya kegiatan ini juga menyuguhkan berbagai acara yang sayang sekali kalau dilewatkan.


Keunikan Nyadran di Getas

Nyadran diambil dari bahasa Sangsekerta, yaitu Sadha, Sraddha yang berarti keyakinan. Keyakinan melakukan hal-hal baik. Nyadran merupakan tradisi lokal yang diperingati setiap tahun menjelang bulan Ramadhan. Perayaan Nyadran dipercaya masyarakat sebagai ritual yang sakral yang harus dilaksanakan oleh masyarakat karena banyak mitos yang dipercaya sehingga dalam situasi apapun mereka harus melaksanakan ritual tersebut.


Hiruk pikuk dan kemeriahan Nyadran tidak kalah dengan kemeriahan perayaan keagamaan seperti Idul Fitri dan Natal. Bahkan orang-orang yang pergi merantau di berbagai daerah meluangkan waktunya untuk pulang dalam rangka memperingati ritual Nyadran ini.


Ada banyak keunikan Nyadra Perdamaian ini, mulai dari berbagai jenis jajanan, tempat makanan, berdoa secara bergantian agama Budha dan Islam. Selama tiga hari para wisatawan disuguhi sejumlah rangkaian kegiatan. Setiap pagi pukul 04.30 mereka mengikuti meditasi. Lalu siang mengikuti kelas Sesaji yang menjelaskan seputar Ubo Rempen, pernak-pernik bahan sesaji. Sajian tidak kalah menariknya adalah kelas Jaran Kepang, yang juga diisi dengan ulasan sejarah dan kebudayaan. Dan tentunya yang paling seru adalah kelas Jelajah Alam menikmati keindahan alam.


Perempuan Me-Nyadran

Pada Nyadran tahun ini, partisipasi dan keterlibatan perempuan makin terasa penting. Sebelumnya perempuan tidak dianggap penting ataupun merasa penting untuk ambil bagian dan terlibat aktif serta hadir dalam kegiatan Nyadran Perdamaian.


AMAN Indonesia berupaya mendorong peran perempuan dalam kegiatan ini dengan menginisiasi diskusi tentang Perempuan Bercerita di sela-sela rangkaian kegiatan. Agar para stakeholder, sesepuh dan tokoh masyarakat yang terlibat mendapatkan cara pandang yang berbeda berkaitan dengan peran perempuan dalam menjaga tradisi lokal dan menjaga kerukunan di wilayahnya.


Disamping itu, AMAN Indonesia juga mengadakan program Live In untuk para anak muda agar mereka dapat terlibat langsung dalam praktek toleransi dan kerukunan masyarakat. Bukan hanya sekedar membaca dan menelaah teori, tetapi mereka dapat mengamati secara langsung proses warga masyarakat yang berbeda keyakinan dan kepercayaan bersama-sama menyemai kerukunan dan kebersamaan. Ini tentu saja menjadi sebuah pengalaman yang sangat berharga.


Apresiasi dan dukungan terhadap Nyadran Perdamaian mengalir dari berbagai kalangan. Dukungan itu tentu saja menjadi optimisme untuk terus merawat dan melanjutkan tradisi ini. Dimana orang-orang berkumpul dari berbagai latar beda, agama, golongan, bersama-sama untuk memaknai kembali dan terus menjaga nilai-nilai tradisi. Akhir kata, Nyadran Perdamaian ini menjadi sebuah ruang perjumpaan bagi pemeluk antar agama dan berbagai tradisi serta keyakinan untuk menyemai kerukunan dan kebersamaan.**


6 views